anak ituâ„¢ dan teman-temannya
Feb 17

Tadi aku dikasih coklat palentin sama anak itu.
Anak Itu: Ini yaaaaa…. *nyodorin*
Aku: apa nih?
Anak Itu: sisa coklat valentine (dibaca sama dia: ValeunTain)
Aku: sisa ya?
Anak itu: iya, ternyata satu resep jadi 50. Aku bikin sendiri lho!
resepnya:
Marie Regal yang gosong (katanya biar ga terlalu manis), dikremek2,
ditumbuk2.
Dicampur susu coklat
Dibulet2in
Digelindingin di tray meses warna warni
Dimasukin kulkas
Anak itu: kok nggak dimakan? nggak aku ludahin kok.
Feb 11
Susu Bambu vs Susu Sapi
-
Anak itu:
Tau nggak, bambu itu bukan pohon, tapi keluarga rumput?
-
Aku:
Oh ya?
-
Anak itu:
Iya! Tadi diajarin di sekolah. Hebat ya!
-
Aku:
iya dong.
-
Anak itu:
Mestinya dulu aku minumnya susu bambu, biar tinggi. Dikasih susu sapi dapet gendutnya doang!
Jan 31
Yoghurt Tango Sprite Fanta Kokakola
anak itu hari ini nggak sekolah (lupa alasannya apa). jadi, tadi pagi ikut ibunya ke kantor, sambil menunggu dijemput tantenya yang sedang di pasar.
Emaknya: «sambil mengangkat telepon» duduk sini ya, jangan lari-lari.
ibunya menghabiskan sepuluh menit-an untuk menelepon salah satu maskapai penerbangan, untuk mengubah tanggal penerbangan salah satu teknisi vendor yang tidak jadi pulang besok.
anak itu sepertinya takjub sekali mendengar ibunya mengeja menggunakan abjad fonetik.
setelah ibunya selesai telepon-teleponan, anak itu minta dijelaskan.
Emaknya: ya, supaya orangnya nggak salah denger. tau kan, kayak B atau D itu kan suka kedengerannya sama.
Anak Itu: ajarin!
lalu ibunya mengajarkan, sambil mengeja dari A sampai Z. setelah selesai, ibunya menyimpulkan: “Pokoknya pake kata yang orang lain taunya ejaannya begitu. Kayak B, Bravo, semua pasti tau kalo Bravo itu B, nggak mungkin D. Coba kamu baca kode ini…” (sambil menyodorkan secarik kertas dengan kode reservasi).
Anak Itu: “J… Jakarta. F… Fanta… Y… Yoghurt… S… Seprit… F… Fanta… K… Kokakola.”
yak… TETOOOT!
Sep 06
Sudah Tidak Dingin Lagi
ternyata hari sabtu, ibu2 kantor semua rame2 pergi ke puncak (bawa anak2 dan suami masing2).
nginep satu malam di satu penginapan yang lumayan enak lah.
lumayan lagi dapat diskon katanya (pesennya aja dari tiga bulan yang lalu!)
di situ, kayak hotel tapi untuk keluarga, jadi sewanya semacam “apartemen”, isinya dua kamar dan satu ruang duduk. lumayan buat disawer berduabelas.
hotel itu ada tiga bangunan, bangunan I itu yang paling lama, dan bangunan III itu yang paling baru (letaknya paling atas di antara ketiga2nya). mereka nginep di bangunan II.
si ibu itu cerita, anak itu bilang ke anak yang lain sembari berenang: “ah puncak udah nggak dingin lagi”
dibalas sama temannya: “ini belom puncak soalnya, yang puncak mahal. *nunjuk ke bangunan III* kita kan pelit”
Aug 31
Baju Baru
anak itu barusan pulang, mau pergi sama temennya ke tanah abang.
temennya mau beli baju baru untuk idul fitri nanti.
anak itu dibekalin uang sama ibunya, siapa tau dia juga mau beli. “pokoknya kamu beli pakaian pake uangmu sendiri, jangan minta sama orang lain. kalo uangnya kurang, kamu ingetin aja tokonya, nanti kamu pergi sama mama. pokoknya jangan utang”
“ah aku juga nggak mau beli kok. mendingan disimpen buat beli mainan pe-es”
“beli aja. kamu jarang punya baju bagus. semuanya rombeng gitu”
“punya baju bagus juga nggak pernah dapet pacar kok”
ni anak korban sinetron mana lagi nih?
Aug 12
Diberi Soal "Bonus", Malah Curiga
-
hari ini ulangan matematikanya dibalikin. pada awalnya, sang ibu senang anaknya dapat nilai 9.
-
tapi ketika diteliti lagi:
-
emaknya:
ya ampun! kamu tuh harusnya bisa dapat nilai 10! ini soal nomor 3 dan 4 kan sama! <emaknya nunjukkin ke aku> liat tuh soalnya sama. <soalnya: 10 x (-2 - 5)>
-
anak itu:
makanya, sengaja jawabannya aku bedain. *bangga*
Aug 08
Dia Menceritakan Ulang: Gagah-gagahan
-
anak itu:
*setelah ngeraut pinsil selesai* aku mau cerita nih. dengerin ya.
-
aku:
cerita apa?
-
anak itu:
ceritanya ada dua biarawan nih, yang satu bule yang satu orang cina. yang bule biarawan katolik berangkat dari eropa, yang cina ya berangkat dari cina. terus ketemu di tengah-tengah. "eh! pa kabar loe! dah lama banget ga ketemu", si biksu cina ngomong.
-
aku:
keren pake bahasa gaul.
-
anak itu:
ssssst. trus si bule itu cuma nyengir aja. "pa kabar, cuy? dah ngapain aja lu?". trus akhirnya mereka duduk di kafe sambil cerita-cerita gitu. trus biasa deh banding-bandingin hebatnya agama masing-masing.
-
aku:
wah nggak suci tuh! kan orang suci nggak boleh pamer. harus sederhana.
-
anak itu:
namanya cuma cerita. trus, pokoknya gitu terus deh. si biarawannya bilang: "tuhan gue tuh bisa belah roti dan ikan sampe ngasih makan lima rebu orang." si biksunya bilang: "ah guru gue juga bisa." si biarawan trus bilang: "tuhan gue bisa belah laut." si biksunya nyaut: "alah guru gue juga bisa." trus si biarawannya mulai keder juga, apa2 si biksu ini bisa. akhirnya dia bilang begini: "ada satu hal deh yang gue bisa tapi lu ga bakal pernah bisa, gue bisa dong rambutnya belah tengah"
Jul 13
Fax yang Buram Gambarnya
jam 12.30 anak itu nyampelah di kantor. kedengeran banget pintu depan yang didorong sepenuh hati. (suaranya dia lebih kedengeran lagi, kayaknya masih di garasi pun sudah kedengeran sampe ke lantai sini).
bertepatan dengan dia masuk ke ruangan kantor, pas aja ada fax masuk.
karena dia termasuk anggota Pasukan Mau Tau, jadinya langsunglah dia lari ke mesin fax dan nunggu di sana sampai faxnya kelar. cuma selembar. di faxnya ada tiga kotak item dengan warna putih2 di tengahnya, ngeblur2 gitu deh.
aku langsung ngeh kalau itu fax gambar foto proyek, yang tentu aja jadi nggak keliatan apa2 karena terlalu gelap dan cuma hitam putih. ketika aku ngangkat telepon mau nelepon ke proyek, anak itu nyeletuk ke ibunya sambil memutar-mutar lembaran fax ke segala arah, “ini gambar bayinya yang mana?”
ternyata mirip dengan foto2 usg tantenya. :D
Jul 07
Adiknya Anak Itu: Beli Mobil Secara Nyicil
-
akhir pekan ini, anak-anak itumau diajak nginep sama temannya di rumah saudara temannya yang di bogor. hari ini, sang adik dan ibunya sibuk pergi belanja-belanja untuk perjalanan itu.
-
tadi setelah makan siang, kembali ke kantor, langsung bercerita soal mainan2 yang dia beli di pasar pagi, tentang manisan-manisan dan buah tangan yang akan dia bungkus untuk dihadiahkan ke tuan rumah ("katanya, mesti sopan. terima kasih udah diijinin nginep. padahal aku kan diundang, bukan diijinin.")
-
lalu,
-
AAI (Adiknya Anak Itu-red):
tadi di pasar liat ada mobil bagus banget. ada macannya lagi loncat.
-
aku:
bagus ya? kamu liat di mana?
-
AAI:
di jalanan depan glodok. *berpaling ke ibunya* glodok kan? (ibunya cuma ngangguk2 ga jelas, sambil ngitung belanjaan)
-
aku:
trus?
-
AAI:
aku mau. katanya mahal.
-
aku:
mahal sih. mesti nabung kalau mau beli itu. nggak boleh banyak-banyak jajan.
-
AAI:
belinya satu-satu.
-
aku:
satu-satu?
-
AAI:
kayak di rumah, katanya kalo beli isinya sekali semua mahal, jadi belinya satu-satu.
-
aku:
beli mobil ya harus langsung semua.
-
AAI:
di depan banyak kok yang jual satu-satu.
-
...
-
setelah bengong beberapa lama baru ngeh, depan yang dimaksud adalah depan gang yang adalah sawah besar, yang jual bagian-bagian kendaraan. dikiranya kalo beli mobil bisa cicil rodanya dulu, terus pelegnya, gitu kali ya?
Jun 24
Anak Itu & Adiknya yang Takut
-
hari ini anak itu mampir di kantor bersama adiknya. kemudian, adiknya cerita.
-
tadi pas makan siang, temen2 sekelasnya cerita tentang setan.
-
jadi sekarang adiknya disuruh tidur siang nggak mau.
-
anak itu:
ye, ngapain juga takut sih. ga boleh takut sama setan. katanya, setan takut sama manusia kok.
-
adiknya:
pokoknya takut!
-
anak itu:
ah skarang kan masih siang, kalo ada setan, kamu jemur aja! nanti juga kering.
-
......
-
kadang-kadang saya suka takjub sama lompatan logikanya anak itu