Adiknya Anak Itu: Beli Mobil Secara Nyicil
akhir pekan ini, anak-anak itumau diajak nginep sama temannya di rumah saudara temannya yang di bogor. hari ini, sang adik dan ibunya sibuk pergi belanja-belanja untuk perjalanan itu.
tadi setelah makan siang, kembali ke kantor, langsung bercerita soal mainan2 yang dia beli di pasar pagi, tentang manisan-manisan dan buah tangan yang akan dia bungkus untuk dihadiahkan ke tuan rumah ("katanya, mesti sopan. terima kasih udah diijinin nginep. padahal aku kan diundang, bukan diijinin.")
lalu,
AAI (Adiknya Anak Itu-red): tadi di pasar liat ada mobil bagus banget. ada macannya lagi loncat.
aku: bagus ya? kamu liat di mana?
AAI: di jalanan depan glodok. *berpaling ke ibunya* glodok kan? (ibunya cuma ngangguk2 ga jelas, sambil ngitung belanjaan)
aku: trus?
AAI: aku mau. katanya mahal.
aku: mahal sih. mesti nabung kalau mau beli itu. nggak boleh banyak-banyak jajan.
AAI: belinya satu-satu.
aku: satu-satu?
AAI: kayak di rumah, katanya kalo beli isinya sekali semua mahal, jadi belinya satu-satu.
aku: beli mobil ya harus langsung semua.
AAI: di depan banyak kok yang jual satu-satu.
...
setelah bengong beberapa lama baru ngeh, depan yang dimaksud adalah depan gang yang adalah sawah besar, yang jual bagian-bagian kendaraan. dikiranya kalo beli mobil bisa cicil rodanya dulu, terus pelegnya, gitu kali ya?